Minggu, 13 Oktober 2013

Seberapa Penting Menjaga Kredibilitas Diri Kita


Beberapa staf saya terkejut ketika memeriksa tagihan kartu kreditnya, karena biaya keanggotaan kartu yang awalnya diinfokan gratis seumur hidup,  ternyata di-‘charge’ tanpa pemberitahuan terlebih dahulu atau dinaikkan diam – diam. Banyak di antara mereka yang kemudian menutup kartunya karena merasa telah ‘dicurangi’. Di satu sisi, banyak pihak sudah mengalami keuntungan dari keanggotaan sementara ini. Penjual kartunya sudah mendapatkan reward, si pelanggan sudah menikmati bebas biaya setahun, sementara bank sudah mendapatkan bunga dari pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Namun, yang tidak diperoleh selanjutnya adalah ‘kredibilitas’ terhadap produknya dan bahkan terhadap lembaganya. Cara-cara hardball  dan “hit and run” begini memang kita akui cepat meraih hasil, namun berdampak jangka pendek, tidak berbobot, dan toh akhirnya kalah juga.
  Kita pun sebagai individu, profesional, pebisnis maupun politikus tentunya harus juga sadar bahwa diri kita adalah produk atau memiliki jasa atau konsep yang ‘dijual’, baik pada perusahaan, pelanggan maupun rakyat atau masyarakat. Ketimbang melakukan praktek – praktek yang memberi untung sesaat, lalu buntung dan bahkan mencemarkan nama baik kita sendiri, tentunya kita perlu jeli dan lebih mempertimbangkan kredibilitas serta ‘life time’ dari produk atau jasa yang kita berikan. Hanya bila kita menjunjung etika dan berorientasi untuk meningkatkan mutu kehidupan serta merespek sesama-lah kita baru bisa menepuk dada dan menjaga kredibilitas kita dari waktu ke waktu, bukan?


Sumber : Artikel Experd Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar